Dosen UTU Dituntut Berfikir Kreatif & Out of The Box
  • UTU News
  • 13. 09. 2019
  • 0
  • 359

MEULABOH, UTU - Universitas Teuku Umar memiliki visi sebagai kampus sumber inspirasi dan referensi. Untuk mewujudkan visi tersebut, seluruh Dosen dituntut untuk berfikir kreatif dan inovatif serta out of the box.

Hal itu ditegaskan oleh Rektor UTU, Prof. Dr. Jasman J. Ma'ruf, SE., MBA saat memberikan materi dihadapan 120 Dosen UTU dalam program Kemah Kreatif SDM Universitas Teuku Umar, di kawasan objek wisata Lhok Geulumpang, Jumat (13/9).

"Anda semua telah memilih UTU sebagai tempat untuk mengabdi, setelah bergabung, anda harus meleburkan diri sepenuhnya dengan UTU. UTU membutuhkan ide dan gagasan kreatif dan inovatif daripada anda semua untuk mewujudkan visi yang telah ditetapkan." Lanjutnya

Kreatif adalah menciptakan sesuatu yang berbeda dari yang lain, atau menghubungkan hal-hal yang tadinya tidak berhubungan. Berfikir kreatif adalah suatu cara berpikir dimana seseorang mencoba menemukan hubungan- hubungan baru untuk memperoleh jawaban baru terhadap suatu masalah. Perubahan yang terjadi dalam dunia pendidikan sekarang ini sangat cepat sekali, yang menuntut kita sebagai dosen untuk selalu dapat berpikir cepat mengembangkan kreativitas dan sekaligus berinovasi.

Berpikir out of the box adalah cara berpikir di luar batasan masalah yang ada ataupun cara berpikir dengan menggunakan perspektif yang baru. Yang dimaksud kotak dalam hal ini adalah perumpamaan pembatasan diri seseorang pada saat melihat suatu permasalahan. "Silahkan anda berdiskusi dan melakukan kajian bersama antar disiplin ilmu, tidak hanya berfokus pada satu bidang saja."

Bagaimana agar kita mampu menjadi sumber inspirasi dan referensi tersebut. Maka diperlukan misi yang jelas dan aksi nyata yang harus diimplementasikan. Selama 3 hari disini, inilah yang diharapkan, anda mampu berfikir dan melahirkan ide lewat diskusi kelompok-kelompok kecil. Dimana ide dan gagasan tersebut nantinya dapat diimplementasikan lewat pendampingan kepada mahasiswa dalam menyusun proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

"Bagaimana mahasiswa bisa kreatif jika dosennya tidak kreatif. Kita tidak bisa menuntut mahasiswa untuk berinovasi apabila diri kita tidak pernah berinovasi. Contoh yang baik itu adalah keteladanan, sikap dan perbuatan baik dapat ditiru, begitu pun untuk berfikir kreatif dan inovatif dapat ditularkan kepada mahasiswa." Terang Prof. Jebolan Malaysia ini.

UTU sebagai sebuah institusi pendidikan, tentunya ada harapan masyarakat disana. Ada tiga harapan penting masyarakat kepada sebuah Universitas yaitu agent of education, menjadi lembaga pendidikan yang mengajarkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, Agent of research, dimana universitas sebagai pelaksana penelitian dan penawar solusi untuk permasalahan yang dihadapi masyarakat, dan ketiga adalah agent of transfer knowledge, dimana Universitas berperan dalam pengembangan masyarakat lewat pengabdian.

Rektor melanjutkan, dalam hal pengabdian kepada masyarakat, kita harus maksimal. Sebagai Universitas kita harus memiliki target, itu disebut reputasi. Semakin baik reputasi sebuah Universitas maka reputasi individu yang bekerja didalamnya juga ikut baik. Pengabdian yang menguntungkan institusi juga menguntungkan pribadi. Mewujudkan visi institusi berarti kita sedang mewujudkan visi pribadi. Jika masing-masing pribadi Dosen memiliki semangat untuk mewujudkan visi, maka saya sangat berkeyakinan visi itu akan segera terwujud.

Dosen adalah sebuah profesi yang mulia, Ia dianggap sebagai pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utamanya mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kalau ada dosen yang tidak melakukan research, berarti dia bukan dosen. Karena dosen wajib melakukan penelitian untuk pengembangan pengetahuan. Sebuah kampus tidak bisa memisahkan antara satu dan lain tridarma perguruan tinggi itu. Tidak bisa seorang dosen hanya memilih mengajar saja dengan mengabaikan peran penelitian dan pengabdian." Tegasnya

Kampus adalah tempat pengembangan ilmu dan masyarakat adalah tempat transfer knowledge. Dosen diharapkan harus mampu membuat peergrup. Kelompok diskusi kecil sebagai wadah untuk membahas isu secara bersama lintas disiplin ilmu.

Pengajaran itu outputnya adalah sarjana. Lulusan kita harus hebat, bagaimana mereka bisa hebat, kita dulu harus hebat. Proses tranfer ilmu itu harus jalan.

Research itu harus dilaksanakan dalam rangka menyumbangkan pemikiran kita kepada siapa saja yang membutuhkannya. Temuan-temuan hasil reaearch perlu dipublikasikan, bisa dipatenkan. Setiap kajian akan menghasilkan sesuatu yang baru. Karya yang dipublikasikan itu sangat dihargai apabila artikelnya itu terindeks scorpus. Visi kita akan terwujud apabila artikel kita banyak dikutip, dirujuk dan dicitasi dimana-mana.

"Ilmu itu dinamis, apalagi ilmu sosial. Research dalam ilmu sosial adalah dinamis, saat ini setiap pengambilan keputusan pemerintah mengacu pada data yang baru. Jika temuan kita diterima oleh orang lain dan diikuti, maka itulah yang disebut inspirasi." Tutupnya (Aduwina).

Lainnya :