Dosen UTU Dilatih Praktik Kewirausahaan
  • UTU News
  • 08. 11. 2019
  • 0
  • 202

MEULABOH – Dr. Syaifullah Muhammad, ST.,M. Eng menjadi pemateri workshop kurikulum mata kuliah kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Pengelola MKU Universitas Teuku Umar, yang dilaksanakan di Aula Lembaga Pusat Bahasa, Kamis, 7 November 2019. “Selain menerima materi, dosen UTU juga diperkenalkan cara-cara dan praktik tentang kewirausahaan oleh pemateri”.

Ketua Tim Koordinator Mata Kuliah Umum (MKU)-UTU, Samwil, MA mengatakan, workshop ini  diikuti  oleh dosen yang mengampu mata kuliah kewirausahaan dalam lingkup UTU. “Dr. Syaifullah, hadir di UTU ini, kami undang secara khusus untuk memaparkan dan membekali dosen Universitas Teuku Umar (UTU) terkait dengan perkembangan dan kemajuan kewirausahaan, untuk menjadi referensi bagi para dosen yang mengasuh mata kuliah umum, khususnya mata kuliah kewirausahaan.

Dalam kesempatan itu, Dr. Syaifillah antara lain menyebutkan, perguruan tinggi menjadi komponen paling penting dalam proses inovasi.  Dosen yang paling menentukan, karena ilmu pengetahuan itu ada dan banyak di perguruan tinggi. Makanya, dosen-dosen itu harus kreatif, ujar Dr. Syaifullah, Dosen Fakultas Teknik-Universitas Syiah Kuala  (Unsyiah)

“Kita gak bisa lagi seperti dosen-dosen masa silam. Ya, masa silam itu cocok untuk dunia dan untuk kemajuan pada saat itu. Tapi hari ini, kemajuan yang begitu cepat tidak bisa lagi seperti dosen-dosen masa-masa silam”, ujar Syaifullah.

Selain itu, kata Dr. Syaifullah, dosen itu punya kualifikasi dosen masa depan yaitu memiliki kompetensi,  inovasi dan mampu berkolaborasi. Pertama, punya karakter yang kuat, terpuji sifat-sifat kita, beriman, dan bijaksana hati kita. Kita juga punya kecerdasan IQ. Kedua, kompetensi dan inovasi berbasis ilmu pengetahuan. Dosen itu, harus jelas basis ilmunya dan mentrasferkan ilmunya karena dosen itu sangat berkompeten. Tapi Kadang ada satu hal yang sering dilupakan, banyak dosen-dosen yang berakhir di ruang-ruang sunyi sedirian, berjihad sendiri, tapi tidak mengerjakan yang lain. Meskipun itu tidak salah,  tetapi dosen seperti tidak memiliki daya menggerakkan orang, memotivasi orang  untuk menjadi manusia yang tercerahkan.

Sebelumnya, Rabu, 6 November 2019, di tempat yang sama, Teuku Ahmad Dadek, SH salah seorang penulis buku di Aceh, termasuk menulis tentang Teuku Umar Johan Pahlawan, juga diundang untuk menjadi pemateri pada Workshop Kurikulum Mata Kuliah Kepemimpinan Teuku Umar.  Pesertanya adalah  dosen yang mengampu mata kuliah Kepemimpinan Teuku Umar dalam lingkup UTU.  “Materi yang diberikan Teuku Dadek itu bisa  menjadi referensi  bagi dosen UTU terutama bagi dosen yang mengasuh mata kuliah Kepemimpinan Teuku Umar”, ujar Samwil.  (Muzakkir)

Lainnya :