Dosen Ilmu Kelautan UTU Isi Kuliah Umum Konservasi Penyu di UNIMAL
  • UTU News
  • 06. 11. 2019
  • 0
  • 223

MEULABOH, UTU - Dosen Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Teuku Umar, Syamsul Bahri, M.Si mengisi kuliah umum dan workshop identifikasi biota laut yang diselenggarakan oleh Lembaga Marine Center, Universitas Malikussaleh, 6-8 November 2019.

Kegiatan yang dihadiri oleh puluhan peserta dari mahasiswa dan dosen ini dilaksanakan di aula laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh turut dihadiri ketua kelompok masyarakat konservasi penyu Aroen Meubanja Aceh Jaya, Murniadi.

Dr. Zulfikar, M.Si selaku kepala Marine Center Universitas Malikussaleh dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menambah keilmuan tentang biota reptil penyu serta membangun pemahaman dan konsep yang sama dalam upaya konservasi penyu di Aceh.

“Melihat potensi yang ada di pantai Utara Aceh, banyak ditemukan jenis-jenis penyu seperti penyu lekang dan penyu belimbing yang mengalami ancaman perburuan, dengan adanya sharing ilmu dari kegiatan konservasi yang sudah berjalan di pantai Barat Aceh, diharapkan dapat diterapkan juga di pantai utara yang notabene memiliki potensi jenis penyu yang sama”. Ujar Zulfikar.

Syamsul Bahri dalam paparannya menjelaskan Penyu merupakan biota reptil yang hampir seluruh siklus hidupnya dihabiskan di perairan laut. Penyu hanya akan menuju ke pantai untuk meletakkan telurnya sebanyak satu hingga lima kali dalam satu musim peneluran setiap tahunnya. Meskipun telah dilindungi melalui perundang-undangan nasional dan internasional, status populasi penyu terus mengalami ancaman khususnya oleh aktifitas perburuan yang dilakukan manusia. Salah satu eksploitasi terbesar yang dilakukan terhadap penyu di Aceh adalah pemanfaatan telur penyu sebagai kebutuhan protein.

Salah satu upaya yang telah dilakukan yakni dengan melakukan teknik relokasi yang juga diterapkan oleh para peneliti, dan pegiat lingkungan di seluruh Indonesia. Melalui kegiatan kuliah umum dan pelatihan konservasi penyu, diharapkan mampu merubah paradigma tentang pemanfaatan telur penyu serta melakukan upaya konservasi penyu khususnya bagi para akademisi dalam lingkup Universitas Malikussaleh untuk dapat mengembangkan penelitian guna mengembangkan konservasi penyu yang ada di pantai utara Aceh. (Aduwina/*)

Komentar :

Lainnya :