Dosen FPIK-UTU Berdayakan Nelayan Simeulue Melalui Antraktor Cumi-Cumi
  • UTU News
  • 02. 12. 2019
  • 0
  • 230

MEULABOH – Salah seorang Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan-Universitas Teuku Umar (FPIK-UTU), Dr. Muhammad Rizal, S.Pi.,M.Si melakukan ekspos kegiatan pengabdian masyarakat di Kabupaten Simeulue,  tepatya di  Desa Teupah Barat, Kamis, 28 November 2019.

Pengabdian dengan judul, “Pemberdayaan Nelayan Melalui Antraktor Cumi-Cumi Yang Ramah Lingkungan Dan Bertanggungjawab”. Kegiatan pengabdian tersebut melibatkan empat  mahasiswa yaitu Ilham Muryanto, Syahrul Muhharam, Dafliamansyah H, dan Setiadi M Noor.

Ketua Penelitian Dosen Muda (PDM), Farah Diana,S.Pi.,M.Si menyatakan kegiatan ini sebagai bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan tinggi. Ke depan diharapkan semua dosen FPIK-UTU dapat meningkatkan kegiatan pelaksanaan pengabdian masyakat. “Pengabdian yang dilakukan ini yang terpenting adalah tepat sasaran yang menyentuh langsung masyarakat”.

Setiadi M Noor (mahasiswa perikanan) menjelaskan,  kegiatan pengabdian masyarakat ini benar-benar mampu membawa dampak baik dan pengaruh positif di masyarakat khususnya  kepada masyarakat kepulauan yang cocok untuk dikembangkan di Kabupaten Simeulue dengan penelitian melakukan pemberdayaan nelayan melalui antraktor cumi-cumi.

Atraktor cumi-cumi ini dibuat dengan konstruksi yang sangat sederhana, yaitu berbentuk seperti kotak persegi dengan diameter 100 cm dan tinggi 30 cm. Dibuat dari bahan bambu diikat dengan menggunakan kawat  yang dilengkapi dengan untaian tali ijuek. Untaian tali-tali ijuek yang dipasang pada bagian dalam dan luar atraktor ini berfungsi sebagai tempat cumi-cumi menempelkan telurnya.

Lokasi pemilihan pemasangan atraktor ini ditentukan bersama Panglima Laot Simeulue dan nelayan setempat  dengan  pemasangan dalam  perairan yang dilakukan secara  sistem  rangkaian  yang panjang, dimana satu lokasi  terdiri dari  sepuluh atraktor dengan jarak antar atraktor 5 meter.

Dr. Muhammad Rizal, M.Si menjelaskan, kegiatan ini disambut baik oleh para masyarakat nelayan Teupah Barat, Kabupaten Simeulue. “Sengaja kami lakukan dikepulauan ini karena sesuai dengan habitat cumi-cumi yang dimana nantinya dapat menjadikan sumberdaya hayati yang baik dan sustainable,” paparnya.

Sementara itu Edirman Badai, selaku  Ketua Mitra Nelayan Kecamatan Teupah Barat, menyampaikan, kegiatan ini sangat baik dilakukan dan menjadi pengetahuan terhadap masyarakat nelayan  terhadap antraktor cumi-cumi, semoga kedepannya bisa dijalankan dengan baik.

Selama ini kegiatan pengabdian masyarakat telah dilakukan secara berkelompok dalam pelaksanaan penelitian dosen muda pembiayaan dana hibah pengabdian masyarakat dari Kampus Universitas Teuku Umar. (Muzakkir/*) 

Lainnya :