Dosen Agama UTU Ikut Sarasehan
  • UTU News
  • 03. 08. 2019
  • 0
  • 125

MEULABOH– Dua Dosen Universitas Teuku Umar (UTU) diundang mengikuti  Sarasehan Dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Indonesia, yang dilaksanakan di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, 2 Agustus 2019. Sarasehan itu, diselenggarakan oleh Asosiasi Dosen Pendidikan Agama Islam Indonesia (ADPISI) Pusat.

“Sarasehan itu khusus bagi Dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) yang mengajar di Perguruan Tinggi Umum (PTU) se-Indonesia”. Dari UTU, dosen yang dipercaya mengasuh mata kuliah agama  yang mengikuti sarasehan adalah Syeikh Samwil, S.Pd.I, MA dan Muzakkir. Sarasehan ini juga dirangkai dengan pelatihan sertifikasi dan standarisasi bagi dosen-dosen PAI di Unsyiah dan beberapa kampus lain di Aceh

Sarasehan yang bertemakan “Quo Vadis Dosen PAI di PTU” yang menjadi narasumber adalah Prof Dr Mustanir (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Dr Andy Hadiyanto (Sekjend Asosiasi Dosen Pendidikan Agama Islam Indonesia Pusat), Dr Waway Qodratullah (Ketua pengembangan Organisasi ADPISI Pusat), dan  Ketua BKM Jamik Darussalam Unsyiah),

Sarasehan turut dihadiri oleh Wakil Rektor 1 Unsyiah Prof Dr Marwan. “Keberadaan Dosen PAI di PTU sangat strategis untuk pengembangan akhlak dan karakter mahasiswa, terutama  dalam menghadapi tantangan dan perubahan zaman yang semakin kompetitif. Untuk itu, bekal keimanan dan ketaqwaan merupakan pilar yang sangat diharapkan agar  dimiliki oleh para mahasiswa di perguruan tinggi umum, baik di Aceh maupun secara nasional”, ujar Prof. Marwan

Pertemuan dan sarasehan dosen agama ini merupakan salah satu sarana untuk saling bertukar informasi dan pengalaman dalam membimbing dan mendidik mahasiswa untuk menumbuhkan  cinta yang mendalam terhadap ajaran Islam.

Sarasehan ini diselenggarakan kerjasama UPT Mata Kuliah Umum Unsyiah dibawah pimpinan Dr. Teuku Muttaqin Mansur,  dengan ADPISI Pusat. Sasasehan dihadiri 150 orang peserta, terdiri dari dosen-dosen PAI di berbagai kampus di Aceh dan juga kampus-kampus lainnya di Indonesia. Sekretaris Pelaksana Sasasehan, Dr Rahmat Fadhil mengatakan, sertifikasi dan standarisasi ini sangat penting dimiliki oleh para dosen-dosen PAI, karena sebahagian besar pengajar mata kuliah PAI diperguruan tinggi umum adalah mereka-mereka yang tidak memiliki latar belakang pendidikan atau kesarjanaan agama. “Sebenarnya dosen-dosen PAI itu, telah memiliki kompetensi da’i  melalui jalur non-formal. Oleh karenanya, melalui sertifikasi dan standarisasi ini diharapkan para dosen yang bukan lulusan perguruan tinggi agama akan mendapatkan pengesahan dan standarisasi setelah mengikuti proses sertifikasi ini”, ujar Rahmat Fadhil. (***)

Lainnya :