Detasering HKI UTU Bahas Hak Cipta Bersama Detaser
  • UPT_TIK
  • 17. 11. 2020
  • 0
  • 159

MEULABOH, UTU - Pusat Hak Kekakyaan Intelektual-Universitas Teuku Umar (HKI-UTU), kembali menyelenggarakan kegiatan detasering HKI yang diikuti mayoritas dosen dan sejumlah mahasiswa, secara daring, Selasa, 17 November 2020. Pada pertemuan lanjutan kali ini topic yang dibahas adalah Pendaftaran KI Lainnya (Hak Cipta, Merek, PVT dan Indikasi Geografis).

Koordinator Pusat HKI-UTU, Mirdha Fahlevi, SI, SE.,M.S.M menyebutkan, kegiatan Detasering HKI Universitas Teuku Umar (UTU), pematerinya tetap disampaikan oleh detaser Syafii, ST, MT.,P.hD dari Universitas Andalas (Unand). Kegiatan Detasering dipandu langsung oleh Mirdha Fahlevi.

Syafii antara lain menjelaskan, hak cipta itu berupa visual (gambar, sketsa, lukisan), suara (nyanyian, alat music), tulisan (buku, tesis, novel, puisi), gerakan (tarian, senam), tiga demensi (patung, pahatan, ukiran) dan multimedia (film, animasi, program TV).

Ciptaan yang dapat dilindungi pertama, buku, program computer, pamphlet, perwajahan (layout) karya tulis yang diterbitkan dan semua hasil karya tulis lain. Kedua, ceramah, kuliah, pidato, dan ciptaan lain yang sejenis dengan itu. Ketiga, alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan. Keempat, lagu atau music dengan atau tanpa teks. Kelima, drama musical, tari, koreografi, pewayangan, dan pantomime. Keenam, seni rupa dalam segala bentuk seperti seni lukis, gambar, seni ukir, seni kaligrafi, seni pahat, seni patung, kolase, dan seni terapan. Ketujuh, arsitektur, peta, seni batik, fotografi dan terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai, dan karya lain dari hasil pengalih wujudan.

Masa perlindungan hak ciptaan yaitu perlindungan hak cipta: seumur hidup pencipta + 70 tahun. Program computer: 50 tahun sejak pertama kali dipublikasikan. Pelaku: 50 tahun sejaka pertama kali dipertunjukkan. Prosedur rekaman: 50 tahun sejak ciptaan difiksasikan. Lembaga penyiaran: 20 tahun sejak pertama kali disiarkan. (***)

Lainnya :