Dekan FPIK UTU Kirim Mahasiswa Ke Badan Riset Jakarta
  • UTU News
  • 18. 08. 2019
  • 0
  • 210

MEULABOH – Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan-Universitas Teuku Umar (FPIK-UTU), Prof. Dr. M. Ali Sarong, M. Si, mengirim mahasiswa Jurusan Sumber Daya Akuatik (SDA) ke Kementerian Kelautan dan Perikanan Jakarta Utara, dan ke berbagai daerah lainnya guna mempelajari dan mendalami ilmu dengan berbagai sumber daya perairan melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL)

Prof. Ali Sarong menyebutkan, Jurusan Sumber Daya Akuatik (SDA) FPIK UTU mengirim satu orang mahasiswa ke Badan Riset dan Sumberdaya Manusia Kementrian Kelautan dan Perikanan Jakarta Utara.  “Mahasiswa ini ditempatkan di Badan Riset dan Sumberdaya Manusia Kementerian Kelautan dan Perikanan Jakarta, untuk mendapatkan ilmu tentang  pemetaan berbagai sumberdaya yang terdapat di perairan”.   

Dijelaskan, salah satu jurusan yang mengelola sumberdaya alam yang terdapat  di Kawasan Perairan Tawar, Payau, dan Perairan  Laut, yang terdapat di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Teuku Umar adalah Jurusan Sumber Daya Akuatik (SDA). “Jurusan ini mengelola sumberdaya di perairan mencakup sumberdaya alam dapat pulih,  sumberdaya alam yang tidak dapat pulih”, ujar Prof. Ali Sarong.

Pada, Sabtu 17 Agustus 2019, di ruang  Dosen FPIK UTU, dilakukan pelepasan mahasiswa PKL dari jurusan SDA. Mahasiswa yang akan mengikuti PKL, kata Ketua Jurusan Sumber Daya Akuatik, Neneng Marlian, M. Si., sebanyak 12 orang. Mereka ditempatkan di Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Jaya, dan di Kawasan Ancol Jakarta Utara, Provonsi DKI Jakarta. 

Disebutkan, Sumber Daya Alam dapat pulih meliputi tumbuhan (Flora), dan hewan (Fauna). Flora kawasan perairan meliputi tumbuhan yang tumbuh di perairan seperti mangrove, rumput laut, dan algae. Sementara fauna yang terdapat di kawasan perairan diantaranya adalah ikan (pisces), udang-udangan ( crustacea), tiram, cumi, gurita dan siput (moluska), teripang, bintang laut, dan bintang ular (echinodermata), dan bunga karang (coelenterata).

Pengenalan, pengkajian, dan pengelolaan tentang flora dan fauna yang terdapat di berbagai habitatnya, perlu adanya pengkajian yang lebih dekat melalui kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL). Kegiatan dilakukan oleh berbagai jurusan, salah satu diantaranya adalah Jurusan Sumber Daya Akuatik.

Neneng menyebutkan, untuk Kota Banda Aceh ditempatkan 2 mahasiswa PKL, yang dititipkan pada LSM WCS Banda Aceh. “ yang di tempatkan disini, mereka akan mengkaji tentang konservasi hiu dan pari di kawasan perairan Kabupaten Aceh Jaya”.  Di Kabupaten Aceh Jaya  ditempatkan 9 orang mahasiswa PKL. Mereka ditempatkan di Lembaga Ekowisata Mangrove Kabupaten Aceh Jaya dengan melakukan PKL tentang  pembibitan  mangrove 3 orang,  penanaman mangrove 3 orang, dan  pengelolaan ekowisata mangrove 3 orang.

Kegiatan Praktek Kerja Lapangan belum tentu sama dengan teori yang diterima di ruang kuliah, tetapi apa yang diperoleh di lapangan lakukan kolaborasi untuk menjadi sebuah ilmu kolaboratif lebih sempurna ditempatmu kuliah.  “Selamat menjalankan Praktek Kerja Lapangan, semoga mendapat bekal yang baik untuk kamu terapkan dalam hidupmu di masyarakat nanti”, pesan Prof. Ali Sarong. (***)

Lainnya :