Cegah COVID-19, UTU Terapkan Kuliah Online Hingga Tunda Kegiatan Akademik
  • UTU News
  • 18. 03. 2020
  • 0
  • 553

MEULABOH - UTU | Sama seperti sejumlah perguruan tinggi di Aceh, untuk mencegah penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19), Universitas Teuku Umar (UTU) menerapkan sejumlah kebijakan yang mengarah pada pengurangan kegiatan semaksimal mungkin alias semi-lockdown di kampus. Kegiatan akademik seperti konferensi, kuliah umum, kuliah lapangan, dan sejenisnya ditunda hingga pemberitahuan informasi berikutnya.

Sementara praktikum atau aktivitas laboratorium lain ditunda pelaksanaannya atau dilaksanakan dalam bentuk lain yang relevan secara daring (online). Selanjutnya bimbingan tugas akhir seperti skripsi dilaksanakan secara daring. Kemudian layanan perpustakaan UTU hanya tersedia melalui portal opac.utu.ac.id

Antisipasi terhadap pencegahan penularan virus corona dilingkungan Universitas Teuku Umar telah diumumkan melalui Surat Edaran Rektor Nomor 04/UN59/KP.11.00/2020 tertanggal 16 Maret 2020.

"Di dalamnya berisi beberapa keputusan untuk mencegah dan melindungi seluruh civitas akademika dan tenaga kependidikan UTU serta pihak eksternal yang berada dalam lingkungan UTU. Keputusan ini kita ambil untuk mencegah penyebaran virus Corona, dan berlaku selama dua minggu terhitung 16-29 Maret 2020,” ujar Rektor UTU, Prof. Dr. Jasman J. Ma'ruf, SE., MBA, Senin (16/3).

Dalam surat tersebut disampaikan bahwa seluruh civitas akademika UTU diminta untuk melaksanakan karantina mandiri dengan tidak melakukan kontak dengan orang lain selama 14 hari dan melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat.

Selain itu, UTU juga menerapkan perkuliahan secara online atau e-learning. Mulai 16 sampai 28 Maret 2020 perkuliahan klasikal dan praktikum di UTU akan diganti dengan e-learning menggunakan Edmodo, Google Clasroom, Google meet, Schoology, Yotube, atau Zoom.com sesuai model yang disarankan masing-masing ketua program studi. Selanjutnya setiap dosen diharuskan membuat laporan tertulis untuk setiap kegiatan perkuliahan kepada ketua program studi masing-masing setelah proses perkuliahan daring berlangsung.

“Keputusan ini kita ambil karena kita semua berharap agar wabah virus corona tidak menyebar di kalangan civitas akademika UTU dan para mahasiswa, berharap kondisi seperti ini segera teratasi dan perkuliahan bisa aktif kembali,” Imbuh Prof. Jasman.

Pembimbingan akademik seperti skrispi dilaksanakan secara daring menggunakan aplikasi media sosial yang tersedia. Namun untuk untuk pelaksanaan seminar proposal, seminar hasil dan sidang skripsi masih boleh dilangsungkan secara tatap muka dengan catatan hanya dihadiri oleh dosen pembimbing, dosen penguji dan mahasiswa yang bersangkutan.

"Ujian-ujian itu harus dilaksanakan sesuai dengan tindakan kewaspadaan dan pencegahan penularan infeksi Covid 19 sesuai protokol WHO." Pungkas Prof. Jasman. (Aduwina / Humas UTU).

Komentar :

Lainnya :