BPSDM Aceh Akan Bantu Dosen  Yang Tidak Mendapat Beasiswa
  • UTU News
  • 05. 02. 2019
  • 0
  • 521

MEULABOH – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Aceh, tahun 2019 ini akan memprioritaskan bantuan biaya kuliah bagi dosen yang tidak bisa tertampung melalui pemberian beasiswa dari lembaga lain. Hal itu ditegaskan Dr. Mahyuzar, M. Si, Kepala BPSDM Provinsi Aceh ketika dikonfirmasi wartawan UTU News, di ruang kerjanya di Banda Aceh, belum lama ini.

Mahyuzar mengatakan, selain kepada mahasiswa,  untuk penguatan pengembangan kapasitas tenaga dosen, BPSDM Aceh akan prioritaskan bantuan biaya kuliah bagi para dosen yang tidak bisa tertampung melalui beasiswa dikti, misalnya atau karena faktor usia atau tidak lulus seleksi. “Silakan teman-teman di kampus usulkan saja. Kita coba perhatikan,  sifatnya berupa bantuan dan akan kami upayakan melalui mekanisme beasiswa yang dikelola berdasarkan Pergub yang akan lahir nantinya”.  

Menurut Mahyuzar, stakeholder utama BPSDM adalah dunia kampus termasuk Universitas Teuku Umar (UTU). Pihak BPSDM Aceh sudah pernah membicarakan dengan pihak UTU, Unsyiah, UIN Ar-Raniry, dengan Unimal dan dengan perguruan tinggi lainnya terkait dengan pemberian beasiswa. Hasilnya, dunia kampus menyatakan akan membangun kapasitas pengembangan untuk mahasiswa, Insya Allah tahun 2019 ini BPSDM Aceh juga sudah  menganggarkan dukungan beasiswa bagi mahasiswa Bidikmisi. Dan ini gagasan baru yang belum pernah ada sebelumnya.

“Karena pemberian beasiswa untuk Bidikmisi ini baru dimulai tahun 2019, tentu semua usulan dari kampus tidak mungkin 100 persen kita penuhi, dan Universitas Teuku Umar sudah memasukkan daftar usulannya, dan kita seleksi bersama kepada siapa kita berikan nantinya”, ujar Mahyuzar yang juga seorang dosen.

Apa yang dilakukan BPSDM, Pemerintah Aceh juga mencari jalan, dan  dalam tahun 2019, BPSDM Aceh  membuka pelatihan Bahasa, 3  sampai 4 bulan. “BPSDM akan kasih uang saku, gratis semuanya, kita bayar.  Tahun 2019 ini kita buka dua pelatihan bahasa yaitu Bahasa inggris dan Bahasa China. Bahkan pelatihan bahasa China itu gratis, BPSDM Aceh tetap membantu, seperti biaya pemberangkatan, tapi yang kita bantu itu harus serius”, ujar Mahyuzar.

Mahyuzar menjelaskan, tugas pokok BPSDM adalah pengembangan kompetensi  dan pengembangan kualifikasi. Pengembangan kompetensi seperti pengembangan pelatihan dan training. Pengembangan kualifikasi adalah sifatnya menyalurkan beasiswa-beasiswa. Sedangkan di kampus itu pengembangan kualifikasi namanya yaitu pengembangan pendidikan. BPSDM sangat identik kerjanya dengan dunia kampus. BPSDM itu mengurusi kepentingan Sumber Daya Manusia. (***)

Lainnya :