1.800 Mahasiswa Baru Ikuti SIMBA Secara Online, Ini Harapan Rektor UTU
  • UTU News
  • 14. 09. 2020
  • 0
  • 496

MEULABOH - UTU | Sebanyak 1.800 mahasiswa Universitas Teuku Umar angkatan 2020 mengikuti pembukaan Silaturahmi Mahasiwa Baru (SIMBA) Tahun 2020 yang dilakukan secara daring atau online, 10 mahasiwa baru diantaranya secara simbolis mengikuti prosesi pembukaan secara tatap muka di Kampus UTU, Alue Penyareng, Aceh Barat, Senin (14/9/2020). Agenda tahunan ini dilaksanakan memasuki Tahun ajaran baru 2020/2021.

Sebanyak 999 di antara mahasiswa baru angkatan 2020 adalah pemegang Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K) atau setara 55,5 persen.

Rektor Universitas Teuku Umar Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf, SE, MBA dalam sambutannya, mengharapkan kepada mahasiswa baru agar memiliki semangat perjuangan Teuku Umar di dalam diri mahasiswa, terutama dalam hal semangat berwirausaha (Spirit Enterpreurship).

Menurut Prof. Jasman,  kampus ini mendidik mahasiswa untuk memiliki semangat dan pengetahuan untuk mengembangkan usahanya masing-masing ketika lulus nantinya. Sesuai dengan Visi Misi Universitas Teuku Umar yakni menjadi sumber inspirasi dan referensi dalam hal agro and marine industry atau industri berbasis pertanian dan industry berbasis kelautan perikanan.

Hadir dalam acara pembukaan SIMBA UTU 2020 adalah seluruh unsur pimpinan mulai dari Wakil Rektor hingga jajaran pimpinan Fakultas, yaitu  Wakil Rektor I bidang Akademik, Dr. Alfizar, DAA; Wakil Rektor II bidang Keuangan, Dr. Ishak Hasan, M.Si; Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Mursyidin Zakaria, MA, Kepala Biro Umum dan Keuangan, Mawardi Amin, SE.Ak, Kabiro AKPK Drs. Muslim Raden, M.Si, Kepala LPPM UTU, Ir. Rusdi Faizin, M.Si, Ketua Senat Universitas, Andi Yusra, ST., MT, para dekan, ketua lembaga, Kabag, dan Kasubag serta para pejabat lainnya di lingkungan UTU.

Rektor mempresentasi keunggulan UTU melalui video yang isinya menunjukkan sarana dan prasarana kampus seperti suasana ruang kuliah di Gedung Kuliah Terintegrasi. UTU memiliki gedung GKT yang baru mulai dioperasikan tahun ajaran 2020 ini mampu menampung 5000 mahasiswa. GKT memiliki konsep green campus, mahasiswa dilarang membawa air minum kemasan, cukup bawa tumbler saja karena di GKT tersedia keran air siap minum. Selain itu GKT memiliki sistem pencahayaan yang baik.

Lebih lanjut Prof Jasman menjelaskan pendirian UTU bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Bangsa-bangsa yang maju itu terlihat dari aspek perkembangan pendidikannya, pertumbuhan ekonomi itu dipengaruhi oleh kualitas pendidikan. KIP- Kuliah diberikan oleh Negara bertujuan untuk mengurangi kemiskinan, dimaksudkan agar dalam setiap keluarga kurang mampu bisa lahir para sarjana. "Satu saja sarjana ada dalam satu keluarga, dia akan mampu membawa perubahan untuk anggota keluarganya yang lain." Terangnya

KIP-Kuliah itu sangat penting, karena itu dapat memutus mata rantai kemiskinan di Indonesia. "UTU sangat bersyukur secara persentase jumlah penerima KIP-Kuliah sangat tinggi, dan ini tentu dapat membantu pemerintah daerah dalam upaya menurunkan angka kemiskinan. Kehadiran UTU  memberikan efek nyata kepada provinsi Aceh, terutama di wilayah barat selatan. Ada banyak anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu berkesempatan melanjutkan pendidikan di perguruan Tinggi Negeri dengan biaya sepenuhnya ditanggung Negara." Jelas Prof Jasman

UTU memiliki visi sebagai sumber inspirasi dan referensi dalam bidang Agro and Marine industries. Kenapa Visi ini penting? Karena negara kita adalah Negara agraria dan terkenal dengan maritim. Begitu banyak uang negara dihabiskan untuk impor komuditi pertanian dan juga hasil laut. Maka UTU berinisiatif mengambil peran dibidang agro and marine ini. Kita bisa mulai dari industri pertanian dan kelautan, contoh kita tidak hanya akan menghasilkan umbi yang berukuran besar namun bagaimana mengolahnya menjadi nilai lebih terutama bagi petani dan pelaku usaha.

Lanjut Prof Jasman, kemarin kita membuat satu lomba tentang herbal yang diikuti oleh seluruh mahasiswa baru Universitas Teuku Umar  angkatan 2020. Hasilnya sungguh sangat luar biasa, saya me,perhatikan satu persatu karya kalian dan sangat luar biasa kreatifnya. Dan itu salah satu upaya kita mengenalkan tanaman herbal kepada publik sebagaimana visi kita sebagai sumber referensi dalam bidang agro.

"Memang kemarin, saya perhatikan yang paling banyak itu adalah kunyit, tapi itu bukan masalah, karena kunyit memiliki potensi yang besar untuk diekstrak menjadi curcumin yang nilainya sangat tinggi. Harga Curcumin sangat mahal, nilai tambah yang dihasilkan dari hasil ekstrak kunyit itu dapat mensejahterakan petani kita." Ungkap Prof Jasman.

Kedepan kita, ketika kondisi global kembali normal, kita akan kembali mengadakan kompetisi serupa namun dengan tanaman herbal jenis pohon. Kompetisi tersebut akan dibuka secara umum (seluruh mahasiswa UTU bisa ikut) dan nantinya pohon yang disemai itu akan dibawa ke kampus dan setiap tanaman herbal tersebut akan dinilai. Kita akan memberikan hadiah yang menarik kepada para pemenang.

Kompetisi itu sangat penting, karena kompetisi akan menghasilkan kompetensi. Kompetisi akan melahirkan kreatifitas dan itu akan menjadi modal besar bagi para mahasiswa dalam mengarungi masa studi di UTU untuk berkompetisi sesama dan juga bersaing dengan mahasiswa lainnya ditingkat Nasional maupun internasional.

Selain bidang agro, kita memiliki keunggulan di bidang maritim, contoh saja ikan salmon. Bagaimana kedepan kita memperbanyak industri dibidang maritim. Contoh saja kita bisa mengekstrak ikan salmon menjadi sesuatu yang lebih berharga.

Maka dari semua potensi darat dan laut yang begitu banyak, bagaimana mahasiswa UTU bisa memanfaatkan itu semua. Bagaimana kita harus menjadi sumber inspirasi dan referensi di bidang agro and marine industri.  (Aduwina Pakeh / Humas UTU).

Komentar :

Lainnya :